CIAMIS, Pewarta.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan dengan menyalurkan bantuan kaki palsu dan alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Phalamartha yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Moch. Ivan Saeful A., S.KM., M.Si, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari rangkaian program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dilaksanakan Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha.
Menurut Ivan, terdapat sejumlah kegiatan sosial yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Ciamis dengan dukungan dari Sentra Phalamartha. Selain penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas, program tersebut juga menyasar kelompok lanjut usia, Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), hingga masyarakat rentan lainnya.
“Beberapa waktu lalu telah dilaksanakan kegiatan kesetiakawanan sosial yang melibatkan sekitar 51 orang. Hari ini dilaksanakan program ATENSI yang menyasar penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Total ada sekitar 21 orang PPKS yang menerima manfaat dalam kegiatan ini,” ujar Ivan, Rabu(10/6/2026).
Ia menambahkan, bantuan dari Kementerian Sosial tidak hanya berupa alat bantu disabilitas. Dalam waktu yang sama, terdapat sejumlah program lain yang sedang dan akan dilaksanakan, di antaranya rehabilitasi rumah lansia, kunjungan kepada penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta program operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu.
Untuk program operasi katarak sendiri, kata Ivan, direncanakan menyasar sekitar 140 peserta dan akan dilaksanakan di rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai lokasi pelayanan kesehatan.
“Kalau ditotal dari tujuh kegiatan yang dilaksanakan melalui Sentra Phalamartha, nilai bantuan yang masuk ke Kabupaten Ciamis mencapai kurang lebih Rp800 juta. Ini tentu menjadi hal yang sangat luar biasa dan sangat membantu masyarakat di tengah berbagai keterbatasan yang ada saat ini,” katanya.
Ivan mengungkapkan, bantuan tersebut tidak hadir begitu saja, melainkan hasil koordinasi dan komunikasi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan Kementerian Sosial agar berbagai program kesejahteraan sosial dapat terus berkelanjutan.
Meski demikian, ia mengakui kebutuhan bantuan sosial di Kabupaten Ciamis masih cukup besar dan belum seluruhnya dapat terpenuhi.
“Target penerima manfaat sebenarnya masih banyak yang belum tercapai. Namun kami bersyukur Kabupaten Ciamis selama beberapa tahun terakhir terus mendapatkan dukungan program dari Sentra Phalamartha. Mudah-mudahan ke depan bantuan ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya.
Salah satu penerima manfaat, Adi Nuriyawan, mengaku sangat bahagia setelah menerima bantuan kaki palsu yang telah lama dinantikannya. Adi diketahui mengalami amputasi sejak tahun 2024 dan selama ini berupaya mengajukan bantuan untuk mendapatkan kaki palsu.
“Saya sangat senang menerima bantuan kaki palsu ini. Sudah hampir dua tahun sejak amputasi dan akhirnya hari ini bisa terwujud. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Adi dengan penuh haru.
Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan agar masyarakat lain yang memiliki kondisi serupa juga dapat memperoleh bantuan yang dibutuhkan.
“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak lagi yang menerima bantuan seperti ini. Tentu sangat membantu dan membuat kami lebih semangat menjalani aktivitas sehari-hari,” katanya.
Program bantuan alat bantu disabilitas yang digulirkan Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian para penyandang disabilitas sekaligus memperkuat upaya perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan di Kabupaten Ciamis.***











